JURNALNEWS.CO.ID – Ratusan warga Kampung Borong Untia, Desa Biringere, Kecamatan Bungoro, Kabupaten Pangkep, menggelar demonstrasi di Mapolres Pangkep dan rumah Kepala Desa Biringere pada Senin (10/6/2024).
Para pendemo menuntut agar Kepala Desa Biringere, Muhammad Sawir, ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus pengancaman dan pemukulan warga, serta mendesak pihak kepolisian untuk menahan kades tersebut.
Mereka juga meminta agar penyidik kepolisian menyita rekaman CCTV yang menunjukkan kades mengancam warga dengan senjata tajam. “Kami warga Borong Untia meminta aparat kepolisian mengusut tuntas kasus ini secara transparan dan segera menetapkan kades ini sebagai tersangka serta menahan Sawir,” ujar salah seorang pendemo.
Sementara itu, Kepala Desa Biringere, Muhammad Sawir, yang dikonfirmasi secara terpisah pada Selasa (11/6/2024) membantah tuduhan para pendemo dari warga Borong Untia.
Sawir mengatakan bahwa pernyataan para pendemo sudah membalikkan fakta sebenarnya. “Kami tidak pernah melakukan pengancaman dengan menggunakan senjata tajam dan saya bukan pelaku penganiayaan. Justru saya adalah korban penganiayaan dan pengeroyokan oleh sekelompok warga Borong Untia,” kata Sawir.
Sawir menyatakan bahwa bukti-bukti menunjukkan dirinya adalah korban pengeroyokan, tersimpan di CCTV dan rekaman di handphonenya. Dia membantah tuduhan bahwa rekaman CCTV tersebut sengaja dihilangkan.
Sawir, yang pernah dikeroyok, sempat memperlihatkan hasil foto rontgen yang menunjukkan retakan di tengkorak kepalanya. Foto tersebut diambil di Rumah Sakit Primaya Makassar.
Sawir juga membantah melakukan pengancaman dengan membawa senjata tajam. “Saya keluar rumah karena tidak tahan lagi dengan ulah pendemo yang merusak fasilitas rumah seperti pot bunga, kunci gembok, dan beberapa kursi milik kantor pertemuan desa Biringere,” jelasnya.
Sawir menyatakan bahwa dia hanya membawa tongkat warisan dari neneknya untuk menakuti warga yang mulai melakukan intimidasi dan penyerangan. “Saya tidak terima karena mereka memasuki rumah dan merusak properti. Saya juga harus melindungi warga yang tidak bersalah yang dipukul oleh kelompok warga Borong Untia,” ucap Sawir.
Selain itu, Sawir menambahkan, “Saya tidak terima karena teriakan pendemo telah menyebabkan teror kepada keluarga saya, yang membuat anak-anak saya trauma secara psikologis. Teror dan tekanan psikologis ini akan kami laporkan ke Dinas PPA Pangkep,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan