JURNALNEWS.CO.ID – Komandan Tim SAR Gabungan, Dimas menjelaskan, jasad bocah malang tersebut ditemukan mengapung tak jauh dari lokasi dia dinyatakan hilang tenggelam.

Sejak dinyatakan hilang, minggu 5 Mei 2024, petugas gabungan dari BPBD Pangkep, Basarnas, kepolisian, TNI dan warga serta keluarga korban melakukan pencarian. Pencarian korban dilakukan dengan menyisir lokasi hilangnya korban.

“Korban ditemukan sekitar 10 meter dari lokasi hilangnya. Ditemukan mengapung dalam kondisi meninggal dunia” ucapnya.

Setelah dua hari pencarian oleh tim SAR gabungan bersama warga sekitar, jasad bocah tenggelam, Muhammad Arhan (9 tahun) akhirnya ditemukan.

Korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia di sungai tempatnya tenggelam, di Kampung Jennae, Kelurahan Sapanang, Kecamatan Bungoro, Kabupaten Pangkep, Senin (6/5/2024).

Lurah Sapanang, Amiruddin Halim mengatakan, kronologis tenggelamnya korban berawal ketika ia bersama sejumlah temannya bermain mencari katak di dekat sungai.

Saat itu, seekor katak lepas dan melompat ke sungai. Korban lalu turun dan mengejarnya, namun korban kemudian kesulitan berenang.

Salah seorang temannya mencoba menolong dengan berenang kearah korban. Ia menambahkan, lokasi tenggelamnya korban merupakan lokasi tambang pasir sehingga cukup dalam.

“Awalnya mereka berlima main disitu cari katak. Kondisinya kemarin itu hujan. Saat korban mengejar seekor katak yang lari ke sungai disitu dia tenggelam, ” terang Amir.

Saat ini jenazah korban sudah berada di rumah orangtuanya di Kampung Jennae. Sejumlah warga datang menyampaikan duka kepada keluarga korban.(*)