JURNALNEWS.CO.ID – Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT), akan menjadi saksi peluncuran album Menenun Suara Timur, sebuah karya yang menyerukan pemberantasan korupsi. Album ini merupakan inisiasi Indonesian Corruption Watch (ICW) dan Konsorsium Integritas, melibatkan kolaborasi tiga musisi lokal NTT—Marapu, Leis Plang, dan Hiphop Lembata Foundation—serta band rock asal Bali, Navicula. Produksi album ini didukung oleh Alam Record, label rekaman yang diinisiasi IKLIM (The Indonesian Climate Communications, Arts, and Music Lab) dari Yayasan Kopernik.
Peluncuran album berlangsung pada 11-15 Desember 2024, dalam rangka memperingati Hari Antikorupsi Sedunia (Hakordia).
“Kolaborasi ini membuktikan bahwa musik dapat menjadi jembatan antara seni, aktivisme, dan gerakan masyarakat sipil untuk melawan korupsi,” ujar Robi, vokalis Navicula sekaligus produser album. Robi, yang juga co-founder gerakan Music Declares Emergency Indonesia, menambahkan bahwa isu korupsi diangkat dengan pendekatan kreatif untuk menggugah kesadaran kolektif, terutama di kalangan generasi muda Indonesia Timur.
Album ini tidak hanya menyuarakan perlawanan terhadap korupsi, tetapi juga mendukung keadilan sosial dan aksi terhadap isu iklim. Melalui program Art Collabs: Frekuensi Perangkap Tikus, ICW memanfaatkan musik untuk mendorong masyarakat lebih kritis. Sebelum produksi, para musisi menjalani residensi, lokakarya, dan observasi bersama komunitas di Poco Leok, Nagekeo, Maumere, dan Kupang.
Rangkaian Acara Peluncuran
Peluncuran album ini diawali dengan konferensi pers yang membahas proses kreatif dalam Art Collabs. Diskusi publik mengenai korupsi di sektor pengadaan barang dan jasa (PBJ) serta pendidikan turut digelar, menghadirkan Inspektorat Kota Kupang, Aliansi Jurnalis Independen (AJI) NTT, dan Forum Guru NTT sebagai narasumber.
Salah satu agenda menarik adalah Corrupt Trip, tur ke lokasi proyek mangkrak akibat korupsi, yang melibatkan alumni Akademi Antikorupsi dan anak muda. Selain itu, intervensi berupa siaran radio dan podcast lokal akan membahas isu-isu terkait korupsi.
Album Menenun Suara Timur juga akan dibagikan secara gratis kepada komunitas, seperti sopir angkutan kota dan gerai musik di Kupang.
Puncak Acara
Puncak peluncuran berlangsung pada Sabtu, 14 Desember 2024, di Auditorium Universitas Cendana Kupang. Acara ini akan menampilkan para musisi album Menenun Suara Timur, pertunjukan komedi, monolog dari masyarakat adat, serta kegiatan komunitas lainnya. Forum guru dan deklarasi antikorupsi oleh komunitas muda akan menjadi bagian dari acara ini, mempertegas komitmen bersama menuju masyarakat yang bersih, adil, dan berintegritas.
(Putra Firmandus)

Tinggalkan Balasan