JURNALNEWS.CO.ID — Tim Resmob Polda Jawa Barat bersama Polres Garut menangkap seorang pria berinisial MHA (19) yang diduga terlibat dalam insiden penembakan terhadap seorang pelajar SMA berusia 15 tahun hingga mengalami cedera serius pada mata kirinya. Terduga pelaku diamankan di Gang Babakan Pogor, Desa Mangkurakyat, Kecamatan Cilawu, Kabupaten Garut, Jumat (9/10/2026) sore, setelah beberapa hari dalam pencarian polisi.
Kepala Bidang Humas Polda Jawa Barat Kombes Pol Hendra Rochmawan menyampaikan penangkapan tersebut pada Sabtu (10/10/2026). Dalam operasi itu, petugas turut menyita satu unit senjata airsoft gun jenis Glock 19 berwarna hitam perak yang diduga berkaitan dengan peristiwa tersebut.
Usai ditangkap, MHA dibawa ke Mapolres Garut untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut. Polisi masih mengumpulkan keterangan saksi dan mendalami barang bukti guna mengungkap secara utuh kejadian yang menyebabkan korban mengalami luka pada bagian mata.
Peristiwa yang menimpa korban bernama Pazwa Pahaludin (15), warga Kecamatan Cilawu, itu bermula ketika ia mengikuti kegiatan berkemah bersama sejumlah temannya di Kecamatan Sukawening, Kabupaten Garut, pada Minggu (27/9/2026).
Setelah kegiatan tersebut, korban mengalami pembengkakan disertai pendarahan pada mata kiri. Kondisinya mengharuskan korban mendapatkan penanganan medis intensif di Rumah Sakit Cicendo.
Pada awalnya, cedera yang dialami korban diduga berasal dari benturan bola plastik. Namun, pemeriksaan medis kemudian menemukan serpihan logam di bagian mata kiri korban.
Temuan tersebut menjadi salah satu petunjuk penting dalam penelusuran penyebab luka yang dialami pelajar tersebut.
Dalam proses penyelidikan, polisi turut menelusuri keterangan dari teman korban. Berdasarkan informasi yang disampaikan salah seorang saksi, MHA diduga melepaskan tiga kali tembakan menggunakan senjata yang berkaitan dengan insiden tersebut hingga mengenai mata kiri korban.
Meski demikian, polisi masih mendalami keterangan para saksi dan mencocokkannya dengan barang bukti yang telah diamankan. Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan rangkaian kejadian sekaligus mengungkap peran terduga pelaku.
Penyidik juga akan menentukan dugaan tindak pidana yang dapat diterapkan berdasarkan hasil pemeriksaan dan alat bukti yang diperoleh.
Polda Jawa Barat bersama Polres Garut masih melanjutkan penyidikan untuk mengungkap seluruh fakta di balik insiden tersebut. Pemeriksaan terhadap terduga pelaku, saksi, serta senjata yang disita menjadi bagian dari upaya penyidik memperjelas bagaimana peristiwa itu terjadi.
Kasus ini menjadi perhatian karena korbannya merupakan seorang pelajar yang mengalami cedera serius pada organ penglihatan. Proses hukum selanjutnya diharapkan dapat memberikan kejelasan mengenai penyebab kejadian dan pertanggungjawaban pihak yang terbukti terlibat.
Hingga penyidikan tuntas, MHA masih berstatus sebagai terduga pelaku dan dugaan keterlibatannya harus dibuktikan melalui proses hukum yang berlaku.

Tinggalkan Balasan