Pangkep, JURNALNEWS.CO.ID– Masyarakat Kabupaten Pangkep dihebohkan oleh beredarnya tangkapan layar (screenshot) status WhatsApp yang berisi percakapan terkait dugaan pengaturan jatah fee proyek. Screenshot itu menyebar cepat di berbagai grup WhatsApp sejak Jumat malam dan langsung memicu polemik publik.

Status WhatsApp yang diduga berasal dari nomor milik salah satu anggota DPRD Pangkep dari Partai NasDem itu memuat percakapan mengenai pembagian komisi atau fee proyek yang dikerjakan di Kabupaten Pangkep. Dalam isi percakapan bahkan dicantumkan pihak-pihak yang disebut ikut menerima aliran fee.

Berikut potongan isi percakapan yang viral:

“Natanyakka emman bilang tanyak dulu pablo jelaskanki itu pekerjaan pertama itu emil dan emman tawwa uruski na kita nakasi puang ajiku tlfnki itu hari to. Janganki harap bisa na ambil 20% itu kerja seokololah (swakelola) krn banyaki dibagi2 di situ, disebabkan 10% mn kepala sekolah mana kejaksaan mana polisi takutnya emil nanti tidak cukupki pembayaran pi (fee) ta nanti. Dan janganki ada tanya siapa kerjai krn pengharapannya itu boska kita sendiri kelolai tdk natauki bilang dijualki pekerjaanta. Baru nudengarji itu seokoloa (swakelola) boska bagaimana analisa harganya.”

Status tersebut disebut-sebut muncul dari nomor berinisial HI sekitar pukul 18.34 WITA. Namun saat awak media mencoba menghubungi nomor terkait, tidak ada respons hingga berita ini diterbitkan.

Anggota Badan Kehormatan DPRD Pangkep, Umar Haya, mengaku mengetahui kabar tersebut dari sebuah konten TikTok yang menyoroti viralnya status WhatsApp itu.

“Saya juga baru dengar itu dari konten yang bahas story WhatsApp dari nomor Anggota DPRD Pangkep,” ujarnya, Sabtu (22/11/2025).

Menurut informasi yang dihimpun, status tersebut sebenarnya dibuat beberapa hari sebelumnya. Namun baru viral setelah tangkapan layarnya dibagikan dari satu grup percakapan ke grup lainnya.**