PANGKEP, JURNALNEWS.CO.ID — Persoalan sulitnya akses air bersih yang telah berlangsung selama bertahun-tahun mendorong warga Kampung Bonto Rannu, Kelurahan Boriappaka, Kecamatan Bungoro, Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan (Pangkep), meminta solusi nyata dari pemerintah. Selain penyelesaian masalah air bersih, masyarakat juga mengusulkan bantuan mesin pompa air untuk menunjang kebutuhan sehari-hari.
Aspirasi tersebut disampaikan saat Anggota DPRD Pangkep, H. Mantiri Mashud Hadade, menggelar reses Masa Sidang Pertama Tahun 2026 di Kampung Bonto Rannu, Kamis (15/10/2026).kemarin lalu.
Dalam pertemuan itu, warga berharap persoalan pemenuhan air bersih mendapat perhatian serius dan segera ditindaklanjuti melalui koordinasi antara DPRD, pemerintah kelurahan, serta instansi teknis terkait.
Ketua RW, Muhammad Idul, mengungkapkan bahwa ketersediaan air bersih merupakan kebutuhan pokok masyarakat yang harus segera dicarikan jalan keluar. Menurutnya, persoalan tersebut tidak dapat dibiarkan berlarut-larut karena air dibutuhkan setiap hari.
“Harapan warga kami persoalan air bersih ini bisa teratasi sesegera mungkin. Sebab kebutuhan dasar ini tidak bisa ditunda-tunda karena dibutuhkan setiap hari,” ujarnya.
Keluhan serupa disampaikan Ketua RW 1, Mursida. Ia berharap adanya dukungan dari pemerintah maupun pihak terkait untuk menyediakan mesin pompa air sehingga masyarakat dapat lebih terbantu dalam memenuhi kebutuhan air bersih.
Menanggapi aspirasi tersebut, Mantiri menegaskan bahwa reses menjadi kesempatan bagi anggota legislatif untuk mendengar secara langsung persoalan yang dihadapi masyarakat di daerah pemilihannya.
Ia menyebutkan, masukan warga mengenai kebutuhan air bersih dan pengadaan mesin pompa air telah dicatat sebagai bahan untuk diperjuangkan melalui mekanisme yang berlaku.
“Dari reses ini, kami sudah dengar langsung aspirasi warga, termasuk permasalahan kebutuhan air bersih dan permintaan bantuan mesin pompa air. Aspirasi ini akan menjadi catatan kami untuk ditindaklanjuti sesuai kewenangan dan mekanisme yang berlaku,” kata Mantiri.
Menurut Mantiri, penyampaian aspirasi secara langsung membantu DPRD mengidentifikasi kebutuhan masyarakat sekaligus menjadi bahan dalam menjalankan fungsi representasi dan memperjuangkan kepentingan konstituen.
Kegiatan reses tersebut turut dihadiri Lurah Boriappaka, Ketua Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM), Babinsa, Bhabinkamtibmas, serta sekitar 100 undangan.
Warga berharap aspirasi yang telah disampaikan tidak berhenti pada pencatatan saat reses, tetapi berlanjut pada koordinasi dan langkah konkret dari pemerintah serta instansi yang berwenang.(*)

Tinggalkan Balasan