Pangkep, JURNALNEWS.CO.ID — Warga Kabupaten Pangkep digemparkan oleh beredarnya screenshot status WhatsApp yang memuat percakapan terkait dugaan pengaturan jatah fee proyek.

Screenshot tersebut diduga berasal dari nomor milik salah satu anggota DPRD Pangkep H. Ikbal Chaeruddin dari Partai NasDem. Dalam percakapan itu terlihat adanya pembahasan mengenai pembagian komisi atau fee proyek, termasuk penyebutan angka 10% hingga 20%, serta beberapa nama pihak yang disebut menerima aliran dana.

Saat ditemui di sebuah kafe di Pangkep, Selasa (25/11), Ikbal memberikan klarifikasi terkait viralnya percakapan tersebut. Ia menegaskan bahwa terkait masalah 10% yang beredar di media sosial, itu adalah sebagian candaan, sebagian mungkin internal saya kepada teman yang candaan kepada teman memberikan penyampaian seperti itu. Ujar Ikbal.

Ditanyakan terkait soal pekerjaan Swakelola pembagian 10% 20% ke PH, iya menyampaikan yang saya maksud itu kemarin, itu kan ada saudara kita emmag itu kemarin ya..dia menyampaikan kepada saya, bilang tolong disampaikan itu ke saudara pablo bahwa jangan selalu ada, artinya jangan selalu minta – minta uang kalau belum selesai Swakelola itu. Katanya

Lanjut Ikbal, terkait itu saya tidak tau menau saya hanya menyampaikan kepada saudara pablo.

Mengenai Histori yang Ikbal buat, ia mengatakan tidak benar, ia tidak tau menau sama sekali masaalah pembagian itu yang fee 10 % dan 20%. Ujar HI

Mengenai Landasan historinya yang beredar, landasan histori dari teman itu dari saudara emmang, tutur Ikbal.

“Demi Allah, demi Rasul, tidak ada niat saya share itu story. Tidak ada sama sekali. Lagian itu ada dirumah ngumpul terus dia suruh menyampaikan pablo seperti itu. Kata Ikbal.”

Ikbal menjelaskan terkait ter sheernya percakapan yang lagi viral, mungkin pada kejadian itu saya artinya memberikan WA saudara Pablo terkait yang disuruhkan sama si Emmang jadi saya wa,ki saudara Pablo terus tertindiski itu yang saya kirim makanya itu tertindis menjadi status saya, kemudian saya menyadari saya melihat kenapa terjadi seperti ini jadi saya cepat menghapusnya.

“Mengenai histori yang menyebut APH Yakni Polres dan Kejaksaan, terkait masaalah APH Kejaksaan dan Kepolisian sama sekali saya tidak menau masalah fee ada yang seperti itu di history itu, cuma itu candaan kepada si yang kami ingin kirimi itu history takut takuti bahwa jangan selalu minta minta uang nanti pekerjaanmu tidak selesai na habis uangmu nanti, saya takut takuti seperti itu, tapi untuk mengarah kesana tidak ada sama sekali.”

Mengenai sumber chaat, itukan emmang tanya saya baru saya kirim iye. Tdk ada kaitan dengan pekerjaan ini cuman ngumpul selalu dirumah. Itupum sekolah saya tidak tau dimana itu sekolah.

Jadi yang punya chaat saya tapi arahannya immang karena immang pake hp saya ye. Tutupnya. (Is)