JURNALNEWS.CO.ID – Dewan Pimpinan Daerah (DPD) II Partai Golkar Kabupaten Pangkep menggelar kegiatan Pendidikan Politik bertajuk “Partai Golkar Solid, Indonesia Maju”, sebagai bagian dari upaya memperkuat pemahaman politik kader dan generasi muda dalam menjaga kualitas demokrasi. Bertempat sekertariat Partai Golkar Tumampua Kecamatan Pangkajene, Senin (20/10/25)
Acara yang dihadiri diantaranya Ketua DPD II Partai Golkar Pangkep Ir. Andi Ilham Zainuddin, perwakilan Kesbangpol Pangkep Suhendar M. Said, serta Ketua PWI Pangkep Sakinah Fitrianti sebagai narasumber bidang pers dan demokrasi.
Dalam sambutannya, Ketua DPD II Partai Golkar Pangkep Ir. Andi Ilham Zainuddin menegaskan bahwa Partai Golkar kini membuka ruang seluas-luasnya bagi generasi muda untuk berkiprah dalam dunia politik.
“Ketika dulu kami masih di partai lain, banyak hal yang tidak kami temukan. Tapi di Golkar, kami menyadari partai ini benar-benar menjadi wadah bagi generasi muda untuk berbuat dan berkontribusi,” ujar Andi Ilham.
Ia juga menuturkan bahwa keterbukaan Golkar saat ini merupakan bagian dari semangat regenerasi politik.
“Hari ini bukan lagi zamannya partai tertutup. Golkar membuka diri bagi siapa pun, termasuk anak-anak muda yang ingin berjuang membangun bangsa. Kita ingin memberi kesempatan agar mereka mewarnai politik Indonesia dengan ide-ide segar dan semangat baru,” tambahnya.
Andi Ilham yang juga dikenal sebagai mantan aktivis menekankan pentingnya pengalaman berorganisasi sejak di bangku sekolah dan kampus sebagai bekal kepemimpinan politik di masa depan.
“Saya dulu aktif di organisasi, bahkan kuliah sampai tujuh tahun karena sibuk berorganisasi. Tapi dari sanalah saya belajar arti tanggung jawab, solidaritas, dan kepemimpinan,” ujarnya disambut tepuk tangan peserta.
Sementara itu, Suhendar M. Said, Kesbangpol Pangkep dalam pemaparannya menyampaikan apresiasi kepada Partai Golkar atas konsistensinya melaksanakan kegiatan pendidikan politik secara berkelanjutan.
“Saya mengucapkan selamat ulang tahun ke-61 untuk Partai Golkar. Sejarah panjang partai ini membuktikan komitmen kuat dalam mengawal perjalanan demokrasi bangsa. Kegiatan pendidikan politik seperti ini menjadi bukti nyata bahwa Golkar menjalankan fungsi edukasi politik sebagaimana diamanatkan undang-undang,” ujar Suhendar.
Ia menjelaskan bahwa pendidikan politik memiliki tiga fungsi utama: membangun kesadaran politik warga, memperkuat pemahaman terhadap demokrasi, dan menjaga stabilitas sosial dengan mengelola perbedaan.
“Partai politik adalah jembatan antara pemerintah dan rakyat. Pendidikan politik menjadi instrumen penting agar masyarakat memahami hak dan kewajibannya sebagai warga negara sekaligus pemilih cerdas,” jelasnya.
Selain itu, Suhendar juga menyinggung tantangan partai politik di era digital, terutama dalam memanfaatkan media sosial sebagai ruang baru bagi pendidikan politik.
“Kita harus adaptif. Ruang demokrasi kini banyak bergeser ke media sosial. Karena itu, partai harus mampu menghadirkan komunikasi yang santun, cerdas, dan beretika di ruang digital,” ujarnya.
Ketua PWI Pangkep, Sakinah Fitrianti, membahas peran penting pers dalam pendidikan politik dan demokrasi.
“Pers adalah pilar keempat demokrasi yang berfungsi mengontrol eksekutif, legislatif, dan yudikatif. Karena itu, media memiliki tanggung jawab besar menyampaikan informasi yang akurat, berimbang, dan terverifikasi,” tegas Sakina.
Ia menambahkan, media profesional memiliki peran strategis dalam membangun kesadaran politik masyarakat.
“Berbeda dengan media sosial yang seringkali tidak terverifikasi, media massa memiliki kewajiban hukum dan etika jurnalistik. Di sinilah pendidikan politik melalui media berperan, yakni meningkatkan literasi politik dan partisipasi publik secara sehat,” jelasnya.
Acara diakhiri dengan sesi tanya jawab antara peserta, dan para narasumber yang menyoroti pentingnya kolaborasi antara partai politik, pemerintah, dan media dalam memperkuat demokrasi di tingkat lokal.
(Kerol)

Tinggalkan Balasan