JURNALNEWS.CO.ID – Sebagian besar upaya pengembangan vanili tidak terorganisir. Banyak pekebun yang menanam vanili secara otodidak dan tidak terlembaga. Maka tidak heran, walaupun secara statistik luas tanaman vanili Indonesia setiap tahunnya semakin meningkat, namun tidak mudah untuk mendapatkan vanili Premium baik dalam jumlah banyak di Indonesia. 

Melihat tantangan tersebut dan mendapatkan peluang dari komoditas vanili yang sedang booming, Kabupaten Dairi melakukan penataan untuk mengembangkan nilai tambah bagi petani dan nantinya daerah ini menjadi penghasil vanili premium. 

Bupati Dairi, Dr. Ir. Eddy Keleng Ate Berutu, mengatakan pemerintah daerah telah mengambil langkah strategis. Seperti percepatan pembangunan, pengembangan kelembagaan dan kemitraan untuk menjadi produsen vanili premium Dairi. 

“Saat ini kami telah memfasilitasi pembentukan koperasi produsen vanili pertama di Sumut dan sudah berbadan hukum. Koperasi ini saat ini sedang dikembangkan menjadi pusat pembelian vanili basah dari petani untuk diolah menjadi vanili kering. Kemudian keuntungan dari penjualan akan dikembalikan kepada anggota dalam bentuk simpanan dan bantuan bibit. Sehingga pada akhirnya akan mempercepat pengembangan vanili secara mandiri. Saat ini koperasi sudah mulai membeli vanili basah dari anggota”. 

Pemerintah setempat juga menjajaki kerja sama dengan Dewan Vanili Indonesia agar vanili basah yang diolah mengikuti SOP untuk mendapatkan kualitas adiboga. Pasalnya, perlu adanya peningkatan kualitas pengolahan vanili dari Dairi untuk mendapatkan penjualan yang optimal. Kemudian dari kerjasama tersebut, perkebunan vanili anggota Koperasi Vanili Dairi akan diarahkan menuju sertifikasi organik. 

Faktor lain yang mendukung Dairi menjadi Kabupaten Vanili Premium adalah adanya kebun sumber benih di Kecamatan Tigalingga, Kabupaten Dairi, Sumatera Utara seluas 0,5 ha yang ditetapkan oleh Kementerian Pertanian sebagai sumber benih vanili. sejak November 2020 lalu. Populasi tanaman yang dijadikan pohon induk sebanyak 1.250 pohon dengan perkiraan produksi 94.500 batang. 

“Selain ketersediaan benih, kami juga menyiapkan pembiayaan KUR dari Bank untuk mendukung pengembangan bisnis pembelian dan pengolahan vanili. Karena kedepannya Koperasi Pratama ini tidak hanya membantu petani vanili di Dairi mendapatkan akses pasar tetapi juga petani di kabupaten sekitarnya,” jelas Eddy Berutu,

Pemda melalui dana APBD, APBN maupun sumber lainnya akan memfasilitasi pengembangan vanili berbasis pekarangan serta di kawasan hutan kemasyarakatan dengan target 1 juta batang dalam 3 tahun. Dengan upayan tersebut depan Kabupaten Dairi bisa menjadi penghasil vanili premium dan organik terbesar di Sumatera maupun  di Indonesia.