JURNALNEWS.CO.ID – Kapolda Papua Irjen Mathius Fakhiri mengatakan bahwa korban kekerasan yang dilakukan oleh prajurit di Ilaga, Kabupaten Puncak, Papua Tengah adalah seorang anggota KKB. Korban tersebut merupakan Warinus Murib dan bukan Delfianus Kogoya seperti yang sebelumnya disebutkan. Menurut Kapolda Papua Irjen Fakhiri, Warinus masuk dalam daftar pencarian orang (DPO).

“Memang dari laporan yang diterima, terungkap bahwa korban merupakan anggota KKB di wilayah Puncak, bahkan sudah masuk dalam DPO,” jelas Kapolda Papua Irjen Fakhiri pada Selasa (26/03/2024).

Kapolda Papua juga mengungkapkan bahwa Warinus Murib terlibat dalam sejumlah aksi kekerasan, termasuk penyerangan terhadap pekerja puskesmas di Kabupaten Puncak. Insiden yang terjadi pada tanggal 19 Oktober 2023 di kampung Eromaga menyebabkan seorang pekerja tewas akibat serangan tersebut, kata Irjen Pol Fakhiri.

Sementara itu, Direskrimum Polda Papua Kombes Achmad Fauzi mengatakan bahwa Warinus Murib yang menjadi korban kekerasan oleh oknum prajurit adalah seorang anggota KKB yang terlibat dalam sejumlah aksi kekerasan. Hal ini juga menjadi penyebab meningkatnya korban jiwa dalam kegiatan KKB tersebut.

Pihak kepolisian juga menyatakan bahwa Warinus Murib adalah salah satu pelaku penyerangan terhadap pekerja pembangunan puskesmas di kampung Eromaga. Selain itu, Warinus juga terlibat dalam aksi kekerasan lainnya di wilayah Puncak yang telah menyebabkan kerugian dan korban jiwa.

Dengan kejadian ini, Kapolda Papua Irjen Mathius Fakhiri meminta masyarakat untuk tetap tenang dan tidak terprovokasi oleh aksi kekerasan yang dilakukan oleh KKB. Pihak kepolisian juga akan terus melakukan upaya untuk menangkap Warinus Murib dan anggota KKB lainnya yang terlibat dalam aksi kekerasan di wilayah Puncak.

Kapolda Papua juga menegaskan bahwa pihaknya akan terus memerangi dan memberantas aksi kekerasan yang dilakukan oleh KKB di Papua. Pihak kepolisian akan terus bekerja sama dengan berbagai pihak untuk mencegah dan mengatasi aksi kekerasan yang dapat merugikan masyarakat dan negara.

Korban kekerasan di wilayah Puncak, baik dari pihak KKB maupun pihak kepolisian, menunjukkan bahwa situasi di Papua masih belum stabil dan masih terjadi konflik yang perlu segera diselesaikan. Pemerintah juga diharapkan untuk turut serta dalam menyelesaikan konflik di Papua dan menciptakan perdamaian yang berkelanjutan di wilayah tersebut.