JURNALNEWS.CO.ID – Kapolda Papua Irjen. Pol. Mathius D. Fakhiri menyatakan belasungkawa atas gugurnya dua anggota polisi yang bertugas di Pos Polisi Ndeotadi 99, Distrik Baya Biru, Kabupaten Paniai, Provinsi Papua Tengah. Dua anggota tersebut juga termasuk warga sipil yang menjadi korban dalam serangan yang terjadi pada Rabu (20/3/2019) lalu.

“Saya sangat berduka atas gugurnya dua Bhayangkara terbaik saya yang bertugas di garis terdepan di daerah terpencil. Mereka kehilangan nyawa karena perbuatan dari saudara-saudara saya, rekan-rekan, anak-anak, dan adik-adik yang tidak memiliki rasa kemanusiaan. Mereka ingin selalu Papua berada dalam keadaan seperti ini,” ungkap Kapolda Papua di Kota Jayapura, Sabtu (23/3/2019).

Serangan tersebut dilakukan oleh Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat Organisasi Papua Merdeka (TPNPB-OPM) Markas Komando Daerah Pertahanan III Batalion Duramo pimpinan Aibon Kogoya. Serangan tersebut terjadi di Distrik Baya Biru, Kabupaten Paniai, Provinsi Papua Tengah pada Rabu (20/3/2019) sekitar pukul 08.00 Waktu Indonesia Timur.

Penyebab serangan tersebut masih belum diketahui dengan pasti. Namun, Kapolda Papua menegaskan bahwa aksi tersebut merupakan perbuatan yang tidak manusiawi dan telah menyebabkan kehilangan nyawa dari dua anggota polisi yang sedang menjalankan tugasnya.

Sementara itu, Kapolres Paniai AKBP. Togap Karo Karo mengungkapkan bahwa pihaknya sedang melakukan penyelidikan untuk mengetahui motif dan pelaku dari serangan tersebut. Pihak kepolisian juga telah memperkuat keamanan di wilayah tersebut untuk mencegah terjadinya aksi serupa di kemudian hari.

Serangan terhadap anggota polisi yang sedang bertugas di daerah terpencil seperti ini menunjukkan betapa beratnya tugas mereka dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat. Semoga para korban dapat mendapatkan keadilan dan semoga kejadian seperti ini tidak terulang lagi di masa depan.