JURNALNEWS.CO.ID – Ketua Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) Atnike Nova Sigiro menyatakan bahwa lembaganya turun tangan langsung dalam menangani kasus kematian wartawan Tribrata TV di Kabupaten Karo, Sumatera Utara, Rico Sempurna Pasaribu.

Atnike menjelaskan bahwa pada tanggal 12 hingga 13 Juli 2024, Komnas HAM telah melakukan peninjauan lapangan serta meminta keterangan di lokasi kejadian. Selain itu, Komnas HAM juga menyelidiki dugaan pembakaran rumah wartawan tersebut.

“Komnas HAM telah memeriksa delapan orang saksi dan melakukan tinjauan lapangan di tempat kejadian di Kabanjahe, Kabupaten Karo, Sumatera Utara,” kata Atnike dalam keterangannya di Jakarta, Kamis.

Atnike juga menambahkan bahwa Komnas HAM akan berkoordinasi dengan Kepolisian Daerah Sumatera Utara dan Detasemen Polisi Militer (Denpom) Kodam Bukit Barisan untuk meminta keterangan terkait proses penegakan hukum atas kasus tersebut.

“Komnas HAM juga telah melakukan koordinasi dengan Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) untuk memperkuat perlindungan bagi saksi dan korban,” ujarnya.

Lebih lanjut, Atnike meminta adanya penegakan hukum yang adil dan transparan terhadap semua pelaku, baik pelaku lapangan maupun aktor intelektualnya.

Pada Senin (15/7), keluarga mendiang Rico Sempurna Pasaribu, didampingi oleh kuasa hukumnya Irvan Saputra dari Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Medan, mengadu ke Komnas HAM.

Kepada awak media, Irvan menyatakan bahwa pihaknya meminta Komnas HAM turun langsung menangani kasus tersebut.

“Kami meminta dan memohon Komnas HAM untuk turun langsung dalam kasus ini dan memanggil pihak-pihak terkait, seperti kapolda, kapolres, dan Denpom atau pangdam,” kata Irvan di Kantor Komnas HAM, Jakarta.

Selain itu, Irvan juga meminta Komnas HAM untuk memanggil oknum TNI yang diduga membakar rumah Rico.

“Kami tidak hanya berharap, tetapi meminta dengan tegas, Koptu HB harus dipanggil,” tegasnya.

Rumah Rico Sempurna Pasaribu di kawasan Nabung Surbakti, Kabupaten Karo, Sumatera Utara, terbakar pada Kamis (27/6) dini hari. Peristiwa kebakaran itu menyebabkan empat orang meninggal dunia, yakni Rico Sempurna Pasaribu Wartawan Tribrata TV , Efprida Boru Ginting (istri), Sudiinveseti Pasaribu (anak), dan Lowi Situngkir.