Malang, JURNALNEWS.CO.ID – Menanti Janji Pemerintah, Warga Dusun Jabon Garut, Desa Wonoagung, Kecamatan Kasembon, Kabupaten Malang, Jawa Timur bergotong royong berusaha mengembalikan aliran sungai ke jalur semula. Hal ini dilakukan sebagai persiapan menghadapi musim hujan yang akan datang. Sebelumnya, sudah ada survei dari pemerintah dalam hal ini Dinas Pekerjaan Umum dan Sumber Daya Air/Dinas Pengairan bersama Muspika Kasembon dan Agen BPBD Kabupaten Malang untuk melihat langsung kondisi di lapangan.

Survei ini dilakukan setelah tersebar di media mengenai kondisi pemukiman warga yang terancam longsor yang terseret arus sungai jika musim hujan tiba.

Sedikitnya ada 7 rumah warga di dekat sungai Brantas. Awalnya jarak antara rumah dengan bantaran sungai sekitar 6-7 meter, namun karena jalur sungai terus bergeser mendekati rumah warga, kini jaraknya kurang dari 1 meter.

Jika kondisi ini tidak segera ditangani, akan sangat membahayakan keselamatan jiwa dan rumah warga. Apalagi saat musim hujan, debit air sungai bisa meningkat hingga 10 kali lipat, bahkan terkadang lebih. Demikian penjelasan salah satu warga yang dapurnya hanyut diterjang sungai saat banjir bandang tahun 2006 silam.

“Tidak hanya dapur, tapi kandang kambing kami juga ikut terbawa banjir,” tambahnya.

Namun untungnya kambing-kambing tersebut sudah dievakuasi terlebih dahulu, sehingga tidak terbawa banjir. Menurut penjelasan mantan kepala dusun setempat, “Saat banjir tahun 2006, air masuk ke rumah warga setinggi hampir 1 meter dan jembatan itu tersapu air,” jelasnya sambil menunjuk ke jembatan. tidak jauh dari tempat kami berdiri.

Oleh karena itu, atas inisiatif war jabon garut dan disepakati oleh Kepala Dusun dan pejabat Dusun lainnya, setiap hari Minggu warga bergotong royong sedikit demi sedikit mengalirkan sungai ke jalur asalnya yang jauh dari pemukiman. “Hari ini (Minggu 31/10/2021) adalah hari Minggu ke-4 kami bakti sosial di sungai ini,” ujar salah satu warga.

“Sementara kami tetap Menanti Janji pemerintah segera mengambil tindakan atas kondisi ini,” imbuhnya.

Saat kami (wartawan) pantau langsung ke lokasi, terlihat salah satu rumah warga sudah tidak jauh lagi dari bantaran sungai, bahkan menurut pemilik rumah, beberapa minggu lalu tembok belakang rumahnya sudah digantung.

“Namun, kami telah memperbaikinya dengan memasang batu (plengseng/turap) seperti yang terlihat hari ini.” “Ini baru sekitar 1 minggu yang lalu ketika kami selesai memasang batu,” jelas pemilik rumah. Sepertinya batu baru saja selesai. (DD-PPWI)