MAKASSAR — Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, menegaskan pentingnya evaluasi berbasis data untuk memastikan program Tim Penggerak (TP) PKK memberikan dampak nyata bagi masyarakat. Penegasan itu disampaikan saat menutup peringatan Hari Kesatuan Gerak (HKG) PKK ke-54 Tahun 2026 tingkat Kota Makassar di Atrium Trans Studio Mall (TSM), Minggu (25/10/2026).

Munafri yang juga menjabat Ketua Pembina TP PKK Kota Makassar menilai, keberhasilan program pemberdayaan keluarga tidak cukup diukur dari jumlah kegiatan yang terlaksana. Setiap program harus memiliki hasil terukur, terutama dalam meningkatkan kesejahteraan keluarga dan menyelesaikan persoalan sosial di tengah masyarakat.

Peringatan HKG PKK ke-54 berlangsung selama tiga hari, mulai Jumat hingga Minggu. Momentum tersebut menjadi ajang memperkuat kontribusi kader PKK dalam mendukung pembangunan daerah, khususnya melalui pemberdayaan masyarakat di tingkat paling bawah.

Prosesi penutupan ditandai dengan penarikan kuncup bunga mahkota hingga mekar oleh Munafri. Kegiatan itu turut dihadiri Ketua TP PKK Kota Makassar Melinda Aksa, Sekretaris Daerah Kota Makassar Andi Zulkifli Nanda, serta Staf Ahli PKK Kota Makassar Fatma Wahyudin.

Pada kesempatan tersebut, Munafri bersama Melinda juga memberikan penghargaan Adhi Bhakti kepada 10 kader PKK sebagai bentuk apresiasi atas kontribusi dan pengabdian mereka.

Dalam sambutannya, Munafri menyampaikan bahwa PKK merupakan mitra strategis pemerintah karena memiliki jangkauan langsung hingga tingkat kelurahan, RT, dan RW. Kedekatan kader dengan masyarakat dinilai menjadi modal penting untuk mengenali kebutuhan keluarga sekaligus membantu pemerintah merumuskan intervensi yang tepat.

“PKK ini memberikan support yang tidak sedikit terhadap proses pembangunan yang ada. Maka dari itu, keterlibatan PKK harus memberikan dampak nyata dan langsung terhadap pemberdayaan yang bisa dilakukan sampai di wilayah yang paling kecil,” katanya.

Ia mendorong kader PKK untuk semakin aktif mendukung sejumlah program prioritas Pemerintah Kota Makassar, mulai dari pencegahan stunting, pemeriksaan kesehatan gratis, hingga pengawasan penyaluran bantuan sosial agar diterima masyarakat yang berhak.

Munafri juga menyoroti pentingnya keterlibatan PKK dalam mencegah anak putus sekolah. Menurutnya, upaya pemberdayaan keluarga perlu mencakup perluasan akses pendidikan bagi seluruh anggota keluarga, termasuk warga yang belum bisa membaca dan menulis serta perempuan yang belum menuntaskan pendidikan formal.

Untuk memastikan program berjalan optimal, ia meminta organisasi perangkat daerah (OPD), pemerintah kecamatan, dan kelurahan memperkuat koordinasi serta memberikan dukungan nyata terhadap kegiatan PKK.

Munafri menekankan bahwa setiap program yang memperoleh dukungan anggaran harus dievaluasi secara berkala dengan menggunakan data yang jelas. Evaluasi diperlukan untuk mengetahui apakah intervensi yang dilakukan benar-benar membawa perubahan bagi masyarakat.

“Tetapi penting sekali, kami diberikan hasil dari anggaran yang diberikan secara berkala dan kita bicara tentang data. Apakah kegiatan yang didukung PKK ada penurunan stunting, tingkat kesejahteraan keluarga meningkat, dan sebagainya. Itu harapan kita bersama,” pungkasnya.

Menurutnya, data menjadi instrumen penting untuk menilai efektivitas program sekaligus menentukan langkah perbaikan apabila hasil yang dicapai belum sesuai dengan target.

Selain evaluasi, Munafri meminta penguatan kelompok dasawisma sebagai ujung tombak pendataan keluarga. Melalui kelompok tersebut, kader PKK diharapkan mampu memetakan kondisi warga secara lebih akurat, mengenali keluarga yang membutuhkan perhatian khusus, serta mempercepat penyaluran bantuan dan pelayanan.

Ia menegaskan, keberadaan PKK harus selaras dengan upaya pemerintah dalam memberikan pelayanan yang menjangkau seluruh lapisan masyarakat.

“PKK ini ada untuk memberikan pelayanan seperti pemerintah memberikan pelayanan kepada masyarakat yang ada di Kota Makassar,” tegasnya.

Menutup rangkaian peringatan HKG PKK ke-54, Munafri berharap seluruh kader terus memperkuat sinergi dengan pemerintah dan meningkatkan kualitas pelaksanaan program. Dengan pendataan yang baik, koordinasi yang kuat, serta evaluasi berbasis hasil, PKK diharapkan semakin berkontribusi dalam meningkatkan kesejahteraan keluarga dan kualitas hidup masyarakat Kota Makassar.