JURNALNEWS.CO.ID – Pemkot Jakarta Barat meminta sekolah-sekolah di wilayahnya untuk datang lebih awal daripada murid, menyusul insiden penculikan dan perampokan terhadap seorang siswi SMPN 101 Jakarta di Palmerah pada Kamis (25/7) sekitar pukul 05.30 WIB.

“Jika siswa masuk sekolah pukul 06.30 WIB, maka sekolah harus hadir setidaknya pukul 06.00 WIB atau bahkan lebih awal. Tim sekolah harus tiba lebih pagi dari siswa,” kata Kasudindik Jakbar Diding Wahyudin di Jakarta, Jumat.

Menurut Diding, murid yang datang lebih awal ke sekolah merupakan hal yang positif dan patut diapresiasi.

“Tidak masalah jika siswa tiba di sekolah pukul 05.30 WIB. Bahkan bagus. Mereka sudah siap satu jam sebelum belajar, dengan udara segar di sekitar,” ujar Diding.

Oleh karena itu, Diding menekankan bahwa pihak sekolah harus tiba lebih awal dari siswa.

“Sekolah harus mengatur piket lebih pagi, jika sekolah dimulai pukul 06.30 WIB, maka piket harus mulai pukul 05.30 atau bahkan pukul 05.00 WIB. Bila perlu, setelah Shalat Subuh sudah ada di sekolah,” kata Diding.

Ia juga meminta semua sekolah membuat jadwal piket bagi staf agar datang lebih awal demi mengantisipasi kejadian serupa.

“Para kepala sekolah harus menyusun jadwal piket lebih pagi untuk menjaga keamanan siswa. Ini tidak hanya untuk SMP Negeri 101, tapi untuk semua sekolah agar kejadian serupa tidak terulang,” kata Diding.

Sudah ditangkap

Sementara itu, Kapolsek Tanah Abang AKBP Aditya Simanggara Pratama menyatakan bahwa pelaku penculikan dan perampokan terhadap siswi SMPN 101 Jakarta telah ditangkap oleh pihak kepolisian. Namun, Aditya belum memberikan rincian waktu dan detail penangkapan karena kasus ini ditangani oleh Polda Metro Jaya.

“Pelaku sudah ditangkap oleh Unit Jatanras Polda Metro Jaya, Unit 5. Korban membuat laporan di polsek, namun kasus ini kini ditangani oleh Jatanras Polda,” ujar Aditya.

Sebelumnya, Kepala Sekolah SMPN 101 Jakarta di Palmerah, Yuni Supangat, menyebarkan selebaran berisi wajah pria tak dikenal yang menculik dan merampok siswinya, yang berinisial S. Selebaran tersebut ditempel di beberapa titik di Jalan Inspeksi Kali Grogol, Palmerah, Jakarta Barat.

“Kami diminta oleh Babinsa untuk memasang wajah pelaku karena pelaku tersebut belum tertangkap dan masih dalam pengawasan,” kata Yuni.

Siswi S diculik oleh pria tak dikenal yang mengaku bahwa ibunya mengalami kecelakaan. Siswi tersebut kemudian diajak hingga ke jembatan penyeberangan orang (JPO) di Jalan Gatot Soebroto, di mana ia dijatuhkan ke aspal dan harta bendanya berupa anting dan cincin dirampas.(**)