JURNALNEWS.CO.ID — Krisis air bersih akibat kemarau panjang menjadi keluhan utama warga Desa Bulu Cindea, Kecamatan Bungoro, Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan (Pangkep). Persoalan tersebut mencuat saat Anggota DPRD Pangkep, Ririn Prakarsa, menggelar kegiatan Reses/Temu Konstituen Masa Sidang I Tahun 2026 di wilayah itu, Selasa (20/10/2026).
Puluhan warga menghadiri pertemuan tersebut untuk menyampaikan berbagai aspirasi, terutama kesulitan memperoleh air bersih untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari di tengah kondisi cuaca kering yang melanda wilayah mereka.
Ririn, legislator Partai Gerindra dari Daerah Pemilihan (Dapil) II yang meliputi Kecamatan Bungoro, Labakkang, dan Tondong Tallasa, menyimak langsung keluhan masyarakat. Ia menilai persoalan ketersediaan air bersih membutuhkan penanganan karena berkaitan dengan kebutuhan dasar warga.
Menurut Ririn, krisis air bersih tidak hanya dirasakan masyarakat Desa Bulu Cindea, tetapi juga terjadi di sejumlah wilayah lain di Kabupaten Pangkep. Pemerintah kabupaten, kata dia, telah berupaya menyalurkan bantuan air bersih secara rutin. Namun, banyaknya permintaan dari berbagai daerah membuat distribusi belum dapat menjangkau seluruh warga secara bersamaan.
“Kondisi kemarau ini memang berdampak luas. Pemerintah daerah sudah berupaya rutin menyalurkan air, tetapi karena antrean permintaan sangat banyak di berbagai daerah, tentu ada keterbatasan,” ujar Ririn di hadapan warga.
Menanggapi kondisi tersebut, Ririn menyatakan akan membantu penyaluran air bersih secara pribadi dan bertahap sebagai langkah untuk meringankan beban masyarakat yang terdampak kekeringan.
“Karena saya paham betul air bersih ini kebutuhan paling utama dan mendesak, maka setelah reses ini saya akan bantu salurkan air bersih secara bertahap. Saya titip pesan agar distribusinya nanti bisa dibagikan secara merata kepada seluruh warga yang membutuhkan,” tegasnya.

Tinggalkan Balasan