JURNALNEWS.CO.ID – Perlombaan karapan sapi sering diadakan di Pulau Madura. Bahkan sudah menjadi adat istiadat bagi masyarakat sekitar. Salah satunya sering diadakan di Kabupaten Bangkalan. 17 November 2021 Perlombaan karapan sapi adalah perlombaaan pacu kecepatan antara sapi karapan dimana yang pertama kali sampai finish adalah pemenangnya.
Sapi yang digunakan dalam perlombaan bukanlah jenis sapi lokal madura biasa, yaitu jenis sapi karapan. Sapi ini khusus digunakan perlombaan dan hanya berjenis kelamin jantan. Cara perawatan sapi karapan juga berbeda dengan sapi biasa. Perawatannya ini memerlukan banyak biaya.
Pengeluaran paling besar biasanya digunakan untuk kebutuhan jamu dan latihan-latihan. Menurut Ibu Siti Marifah (35) beliau mengatakan “selama pandemi covid-19 perlombaan sapi karapan terhenti sementara, bahkan sudah terhitung hampir 2 tahun.
”Hal ini dikarenakan adanya kebijakan pemerintah Kabupaten Bangkalan yang melarang adanya kegiatan yang dapat menciptakan kerumunan orang. “Karena tidak ada perlombaan sapi karapan saya juga mengurangi konsumsi jamu untuk sapi karapan yang biasanya setiap hari jadi tidak konsumsi sama sekali” tambahnya.
Selama perlombaan terhenti juga mengakibatkan harga jual sapi karapan menjadi rendah, banyak peternak yang mengurungkan niatnya untuk menjual sapi karapan yang dimilikinya. Peternak-peternak ini berniat menjual dikarenakan biaya perawatan yang mahal sedangkan selama pandemi ini banyak peternak yang kehilangan pekerjaan utamanya.
“Tetapi akhir-akhir ini ada berita akan ada perlombaan sapi karapan se-kabupaten, jadi saya memberikan jamu kembali ke sapi karapan.” Imbuhnya.
Adanya perlombaan ini membuat harapan baru bagi para peternak sapi karapan. Sehingga diharapkan dapat meningkatkan nilai jual sapi karapan bagi peternak yang akan menjual sapi karapnya.
Maziyatul Lailiyyah Mahasiswa Universitas Trunojoyo Madura

Tinggalkan Balasan