JURNALNEWS.CO.ID – Perekonomian Sulawesi Selatan secara keseluruhan pada tahun 2021 berdasarkan prakiraan Bank Indonesia tumbuh pada kisaran 4,00-4,80 (yoy), lebih tinggi dibandingkan tahun 2020 yang mengalami kontraksi 0,70 persen. “Pertumbuhan ekonomi sulsel meningkat dari tahun lalu terkontraksi 0,70 persen, sekarang menjadi 4,00-4,48 persen,” kata Andi Sudirman Sulaiman di depan Kapolri dan Menteri Pertanian, pada pelepasan ekspor serentak Ekspor Gebyar 2021, di Pelabuhan Kontainer. Soekarno-Hatta, Jumat 31 Desember 2021.

Sementara itu, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sulawesi Selatan Causa Iman Karana mengatakan, berdasarkan komponen pengeluaran, pemulihan diperkirakan akan ditopang oleh konsumsi dan investasi. yang membaik seiring dengan terjaganya daya beli masyarakat dan terus berlanjutnya pembangunan infrastruktur pemerintah dan swasta.

Sementara itu, perbaikan lapangan usaha utama turut mendukung pemulihan ekonomi. “Untuk tahun 2022 pemulihan ekonomi sulsel terus berlanjut. Pemulihan konsumsi masyarakat diperkirakan akan meningkatkan permintaan barang dan jasa serta mendorong peningkatan inflasi,” jelasnya.

Laju inflasi tahun 2021 secara keseluruhan diperkirakan akan lebih tinggi dibandingkan tahun 2020, namun tetap dalam kisaran sasaran 3,0 +/- 1,0 persen (yoy). Menjaga inflasi didukung oleh upaya stabilitas harga yang dilakukan TPID pada koridor 4K yaitu keterjangkauan harga, ketersediaan pasokan, kelancaran distribusi dan komunikasi yang efektif).

Perekonomian Sulsel masih mampu tumbuh positif sebesar 3,24 persen (yoy) pada triwulan III 2021, meskipun melambat dibandingkan triwulan sebelumnya yang mencapai 7,66 (yoy). Sistem keuangan Sulawesi Selatan tetap terjaga dengan baik di tengah perlambatan ekonomi pada triwulan laporan. Secara umum kesejahteraan masyarakat di Sulawesi Selatan relatif meningkat dan jumlah penduduk miskin mengalami penurunan.

“Upaya yang dilakukan pemerintah dalam pemulihan ekonomi melalui berbagai stimulus kebijakan diyakini mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat Sulsel yang menjadi target pembangunan berkelanjutan,” ujarnya.

Demikian pula kondisi ketenagakerjaan hingga Agustus 2021 mengalami perbaikan dibandingkan Agustus 2020. Hal ini tercermin dari penurunan tingkat pengangguran terbuka dan peningkatan tingkat partisipasi angkatan kerja. Jumlah penduduk miskin menurun, diduga akibat berlanjutnya pemulihan ekonomi dan stimulus pemerintah selama pandemi.(*)