JURNALNEWS.CO.ID – Kulon Progo – Lahan Daerah Aliran Sungai (DAS) seluas 240 hektar yang tersebar di 16 desa di 7 Kapanewon sepanjang Bukit Menoreh, Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) akan segera ditanami aneka jenis pohon oleh PT Bharinto Ekatama ( BEK), anak perusahaan PT Indo Tambangraya Megah Tbk ( ITM). Penanaman pohon dalam rangka rehabilitasi Daerah Aliran Sungai ( DAS ) ini akan dimulai hari ini, Senin, 29 November 2021.

Penanaman pohon direncanakan dimulai dari Dusun Kukusan, Pandu dan Samben, Desa Hargorejo, Kapanewon Kokap, hingga Kapanewon Samigaluh, Kabupaten Kulon Progo yang berbatasan dengan Kabupaten Magelang, Jawa Tengah. Penanaman pohon ini merupakan bagian dari Program Rehabilitasi Daerah Aliran Sungai ( DAS) yang dilakukan Direktur Jenderal Pengelolaan Daerah Aliran Sungai dan Rehabilitasi Hutan (PDASRH) Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (Kemen LHK) bersama 5 perusahaan besar di Tanah Air, salah satunya PT. Indo Tambangraya Megah Tbk (ITM).

Murni (52), Penyuluh Lapangan Kehutanan Kapanewon Samigaluh, Kabupaten Kulon Progo, siap untuk mendampingi masyarakat menyukseskan program ini. Mengendarai sepeda motor trailnya menyusuri jalan perbukitan yang kadang terjal menjulang, ia memberikan dorongan dan pembinaan kelompok tani hutan di Kapanewon Samigaluh.

“Program penanaman yang didukung PT Bharinto Ekatama ( BEK)  ini kita harapkan memiliki hasil nyata bagi masyarakat,” katanya. Puniman, Petugas Penyuluh Lapangan ( PPL) wilayah Kapanewon Temon, Kabupaten Kulon Progo, memimpikan masyarakat Kulonprogo nantinya memiliki lahan produktif buah-buahan khas yang memiliki nilai ekonomi tinggi.

“Hal ini akan menunjang ekonomi maupun kepariwisataan di wilayah Kulonprogo nantinya,” ujarnya. Sementara di Kabupaten Magelang, PT. Bharito Ekatama ( BEK) juga menanam pohon di Desa Wisata Majak Singi, Borobudur, di atas lahan seluas 10 hektar.

Direktur PT. BEK,  Ignatius Wurwanto menyatakan bahwa penanaman aneka pohon yang tersebar di 16 desa yang ada di 7 kapanewon di sepanjang Bukit Menoreh, Kabupaten Kulon Progo, ini setelah pihaknya berkoordinasi dengan Balai Pengelola DAS Serayu – Opak  – Progo bersama sejumlah Kelompok Tani Hutan di wilayah tersebut.

“Terimakasih, karena masyarakat antusias. Dan kami berharap berkelanjutan, serta bisa memberi nilai tambah yang signifikan bagi perkembangan perekonomian masyarakat,” kata Ignatius Wurwanto.

Selain mendapatkan sambut antusiasme masyarakat program yang dilakukan PT. BEK anak perusahaan PT. ITM ini juga dianggap sebagai berkah. Karena jarang wilayah ini emndapat suport bibit pohon tanaman produktif dan pengelolaannya dalam jumlah besar. 

“Ini adalah berkah bagi kami, karena kami akan bisa menanam tanaman produktif dengan kualitas yang bagus. Kelompok tani hutan antusias banget lho, dan memiliki  harapan besar terhadap program ini,” ujar Djumadi Ketua Gabungan Kelompok Tani Kelurahan Majak Singi, Kecamatan Borobudur, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah.

Djumadi yang terlihat masih kuat di usia 72 tahun, menyatakan bahwa lokasi penanaman ini akan menjadi sarana kegiatan generasi muda dan pramuka nantinya. Hal ini tidak berlebihan, karena area tersebut memang disiapkan untuk kegiatan perkemahan bagi organisasi pramuka.

“Pramuka dan generasi muda Majaksingi dan sekitarnya yang akan memetik hasilnya nanti,” tegas pria yang lama bergelut sebagai pembina pramuka ini. Direktur PT BEK, Ignatius Wurwanto dalam kegiatan penanaman perdana bersama petani menyatakan apresiasi kepada masyarakat yang sangat antusias dalam menyiapkan program ini.

Ia mengungkapkan bahwa PT. BEK, anak usaha dari PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITM), menjalankan Rehabilitasi DAS ini dengan mengambil kearifan lokal sebagai pendekatan. “Dalam program rehab DAS ini, BEK belajar pada pendekatan agroforestri ala petani, yang menggolongkan hasil bumi mereka dalam kelompok Pala Kapendhem (umbi-umbian), Pala Kasampar (hasil bumi terhampar) dan Pala Gumantung (buah-buahan). Pengelompokan ini menjadi basis ketahanan pangan dan penguatan ekonomi petani pada jangka pendek dan jangka panjang,” jelas Wurwanto. Sementara,

Direktur Jenderal PDASRH Kemen LHK, Helmi Basalamah memberikan dorongan agar program ini dapat diwujudkan dan memiliki manfaat bagi konservasi tanah dan air, wisata dan yang penting adalah keberlanjutan kehidupan masyarakat. 

Senada dengan itu, Direktur Konservasi Tanah dan Air (KTA) Zainal meminta PT.  BEK untuk memberikan perhatian pada kegiatan pasca panen yang akan menentukan nilai dan manfaat hasil budidaya ini keada petani nantinya. “Guna mewujudkan konsep tersebut Program Rehabilitasi DAS Menoreh-Borobudur PT. BEK akan berjalan tiga sampai empat tahun kedepan. Dengan energi dan semangat yang ditunjukkan kelompok tani dan para penyuluh yang tak kenal lelah, semua pihak optimis dapat mewujudkan cita-cita meningkatkan produktivitas ekonomi daerah dan memastikan keberlanjutan untuk generasi yang akan dating,” katanya.