JURNALNEWS.CO.ID – Polda Banten bersiap mengamankan aksi Demo Buruh dari serikat pekerja dan kelompok mahasiswa, sesuai surat pemberitahuan yang masuk ke Polda Banten yang akan dihadiri lebih dari 10.000 orang.

Kapolda Banten Irjen. Pol. Rudy Heriyanto meminta agar aparat yang melakukan pengamanan mengikuti SOP, agar tidak ada penafsiran bahwa Polda Banten tidak siap mengamankan aksi demo buruh. Cek kembali dimana posisi Dalmas Awal, Dalmas Maju dan Dalmas Akhir, agar posisi pasukan sudah benar sesuai SOP.

“Selain KP3B, agar pengamanan di rumah dinas Gubernur Banten disiapkan, mengantisipasi aksi massa ke rumah dinas Gubernur, sehingga penting mengikuti dinamika informasi di lapangan,” terang Jenderal Bintang Dua di Ruang Vicon pada Selasa (04/01/22).

Kapolda Banten memberikan solusi lain bagi massa buruh untuk bisa menggunakan opsi lain di luar aksi unjuk rasa dalam memperjuangkan kenaikan upah buruh, yaitu melalui gugatan di PTUN di pengadilan agar perkembangannya bisa ditindaklanjuti hingga sebuah keputusan.

Sementara itu, Wakapolda Banten Brigjend. Pol. Ery Nursatari meminta Kapolres Serang Kota memberikan arahan yang jelas kepada pimpinan dalam lingkup pengawasan pengamanan, agar masing-masing paham di mana posisi pengamanan, bagaimana bertindak dan siapa yang bertanggung jawab atas masing-masing jabatan, dan tidak ada keraguan terhadap personel di bagian keamanan.

Wakapolda Banten juga meminta keterlibatan Satpol PP dalam membantu mengamankan aksi unjuk rasa tersebut. Juga harus jelas posisinya, siapa yang bertugas dan apa yang dilakukannya di pos pengamanan, dan Kapolres Serang Kota harus diberikan arahan yang jelas.

“Mobil public address harus ditempatkan dengan baik agar dapat digunakan untuk sosialisasi agar tindakan ditaati, tertib dan sekaligus dapat digunakan untuk memberikan perintah secara terpusat dari Kapolres Serang dalam penyelesaian permasalahan yang terjadi di lapangan,” pungkas Brigjen. Pol. Ery Nursatari