JURNALNEWS.CO.ID – PANGKEP – Perusahaan Umum Daerah (PERUMDA) Mappatuwo dan Bank Perkreditan Rakyat (BPR) Citramas kerja ekstra dengan jajaran direksi barunya. Setelah bertahun-tahun perusahaan milik Pemda Pangkep itu dinyatakan merugi, hingga akhir tahun 2021 kedua perusahaan tersebut berhasil menghasilkan Pendapatan Asli Daerah (PAD).
Seperti PERUMDA Mappatuwo yang telah menghasilkan PAD sebesar Rp 50 juta. Angka tersebut memang tergolong kecil, namun patut kita syukuri pencapaian tersebut menjadi angin segar bagi jajaran direksi baru perseroan pasca perombakan struktur pimpinan perseroan per 24 November 2021.
Keberhasilan ini disampaikan oleh Direktur Perumda Mappatuwo, Arfan Tualle didampingi Direktur Utama BPR Citra Mas, Andi Satriawan Aksa saat jumpa pers di Point Jumpa Cafe, Rabu (29/12/2021)
“Alhamdulillah saya dan tim baru bisa bangkit kembali. Perumda. Kami telah berhasil memanfaatkan berbagai sektor usaha yang kami kelola secara maksimal. PAD yang kita siapkan akhir tahun ini sekitar Rp. 50 juta,” kata Arfan.
Ia juga menambahkan bahwa angka PAD sebesar Rp. 50 juta masih tergolong kecil, namun patut diapresiasi mengingat sejak hadirnya Perumda Mappatuwo, tidak ada satu sen pun PAD yang dihasilkan untuk daerah tersebut.
“Ini kecil, tapi kemajuan dibandingkan tahun-tahun sebelumnya yang selalu nol. Untuk tahun depan, kami pasti memiliki target yang lebih besar untuk dicapai. Caranya adalah dengan memaksimalkan sejumlah usaha yang berada di bawah PERUMDA Mappatuwo,” ujarnya.
Sekadar informasi, Perumda Mappatuwo saat ini mengelola beberapa bidang usaha yang dinilai potensial namun belum dikelola secara maksimal, antara lain outsourcing di PT Semen Tonasa, Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS).
PLTS di Bungoro, dan SPBU Nelayan.Untuk pengembangan usaha pada tahun 2022, Arfan mengatakan bidang usaha yang akan dikembangkan adalah usaha kuliner kue bolu di Mattampa In, pabrik es batu di Maccini Baji dan pasar Palampang yang belum beroperasi. selama 6 tahun, dan belanja online untuk program e-commerce Balu-baluna Pangkep.
Direktur Utama BPR Citra Mas, Andi Satriawan Aksa menambahkan, khusus untuk BPR Citra Mas yang baru menjabat selama lima bulan telah berhasil memulihkan perbankan milik daerah, setelah tersangkut sejumlah kasus kredit macet dan korupsi sejumlah pegawai dan pimpinan perusahaan lama.
”Alhamdulillah, B Humas telah dinyatakan sehat oleh OJK (Otoritas Jasa Keuangan). Sejak dua tahun lalu, BPR masuk dalam radar perbankan yang mendapat pengawasan khusus dari OJK. Dalam lima bulan pertama masa jabatan saya, status supervisi khusus ditarik menjadi supervisi intensif. Dan dalam dua bulan terakhir statusnya hilang dan kami dinyatakan sehat,” ujarnya.
Selain itu, prestasi yang ditorehkan BPR kini sudah menghasilkan laba Rp 224 juta per November. Dan Desember menargetkan Rp 500 juta.” Untuk 2022, target pengembangan bisnis kami lebih banyak kredit ke UMKM.
Sementara kasus hukum sebelumnya telah diselesaikan. Terutama pelanggan yang uangnya digelapkan oleh direksi lama, “katanya.

Tinggalkan Balasan