JURNALNEWS.CO.ID – Sejumlah tokoh dari berbagai kalangan, termasuk pengacara, akademisi, pegiat hak asasi manusia (HAM), dan wartawan, mengecam pengiriman kepala babi ke kantor Tempo. Mereka menyatakan dukungan penuh terhadap Tempo dalam menghadapi aksi teror dan intimidasi tersebut.

“Kita tahu tujuan intimidasi dan teror adalah menebar rasa takut. Sasarannya diperingatkan agar tidak meneruskan apa yang sedang ia kerjakan. Sejak perusakan kendaraan pribadi hingga kepala babi, kita bisa melihat ada peningkatan bentuk intimidasi,” tulis mereka dalam pernyataan yang dikutip dari Tempo, Jumat (21/3/2025).

Menurut mereka, tindakan seperti ini justru mencerminkan ketakutan pelaku. “Justru pelaku yang sesungguhnya mengidap rasa takut. Plus bukan orang yang kreatif dan tidak tahan adu argumentasi,” lanjut pernyataan tersebut.

Ketua Dewan Pers, Ninik Rahayu, juga mengecam aksi teror ini. Ia menegaskan bahwa tindakan tersebut merupakan bentuk intimidasi terhadap kebebasan pers dan dilakukan oleh pihak yang enggan bertanggung jawab.

“Ini jelas teror dan intimidasi yang bertujuan menakut-nakuti. Biasanya dilakukan oleh pihak-pihak yang merasa terpojok tetapi tidak mau bertanggung jawab,” kata Ninik.

Ia meminta agar pihak yang keberatan dengan pemberitaan Tempo menggunakan hak jawab, bukan melakukan teror. “Gunakan hak jawab tersebut sebaik-baiknya,” ujarnya.

Dewan Pers juga mendorong Tempo untuk segera melaporkan kejadian ini kepada aparat keamanan. “Dewan Pers meminta aparat keamanan mengusut tuntas kasus ini agar kejadian serupa tidak terulang,” tambahnya.

Peristiwa ini turut menjadi perbincangan di media sosial, khususnya platform X (sebelumnya Twitter). Beberapa warganet menyoroti kejadian ini dan membandingkannya dengan kasus ancaman terhadap Suciwati, istri almarhum Munir, pada 2004. Saat itu, rumah Suciwati dikirimi bangkai ayam sebagai bentuk intimidasi.

Diketahui, kantor Tempo menerima kiriman kepala babi pada Rabu, 19 Maret 2025. Kotak tersebut ditujukan kepada Francisca Christy Rosana, wartawan desk politik sekaligus host siniar Bocor Alus Politik.(*)