JURNALNEWS.CO.ID – Bupati Pangkep, Muhammad Yusran Lalaogau (MYL), dengan senang hati memperkenalkan budaya dan potensi wisata Pangkep kepada mahasiswa asal Universitas Malaysia Pahang dan Université Savoie Mont Blanc, Prancis, yang menjadi peserta International Summer Course (ISC) Universitas Muslim Indonesia (UMI) 2023.

Dalam sambutannya di hadapan peserta ISC UMI 2023, MYL menjelaskan bahwa Pangkep adalah wilayah yang terdiri dari 13 kecamatan, dengan tujuh kecamatan berada di dataran rendah, empat kecamatan di kepulauan, dan dua kecamatan di pegunungan. Ia menggambarkan Pangkep sebagai “miniatur Indonesia” karena wilayahnya mencakup beragam jenis lahan, seperti kepulauan, dataran tinggi, dan dataran rendah.

MYL menyambut peserta ISC UMI 2023 dengan sambutan hangat, mengundang mereka untuk menikmati pesona Pangkep. Ia juga memperkenalkan beberapa komoditas unggulan dari daerahnya, termasuk ikan bandeng yang menjadi favorit lokal dan merupakan salah satu komoditi ekspor penting. Selain itu, Pangkep juga memiliki potensi besar dalam budidaya rumput laut, yang banyak berkontribusi terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD) dan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB).

Bupati Pangkep juga menjelaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Pangkep sedang mengembangkan produk garam, yang merupakan langkah untuk mengoptimalkan potensi sumber daya alam yang ada. Selanjutnya, MYL memperkenalkan jeruk Pamelo, sebuah varietas jeruk besar yang menjadi salah satu komoditi unggulan daerah tersebut.

Dalam bidang pariwisata, MYL mempromosikan wisata Sumpangbita yang terletak di Balocci, sebagai salah satu destinasi menarik di Pangkep. Ia juga menyoroti potensi wisata laut daerah tersebut, khususnya spot diving. Pangkep memiliki terumbu karang yang menakjubkan dan dicari oleh para pecinta diving, menjadi daya tarik bagi para penggemar olahraga selam.

Tidak hanya itu, peserta ISC UMI 2023 juga diajak untuk mengunjungi Museum Geopark Maros-Pangkep, di mana mereka dapat mengenal lebih dekat tentang warisan geologi yang kaya dan unik yang ada di Pangkep.

Semoga dengan kunjungan mereka ke Pangkep, mahasiswa asal Malaysia dan Prancis dapat memperoleh pengalaman berharga tentang kekayaan budaya, alam, dan potensi pariwisata daerah ini, serta memperkuat hubungan antarbangsa antara Indonesia dan negara mereka masing-masing.