JURNALNEWS.CO.ID – Grand Opening Digital Islamic Boarding School (DIGISS), di Kabupaten Pangkep Kecamatan Minasatene. Dalam sambutannya, CEO Digital Islamic Boarding School, M. Yusuf Sirajuddin menyatakan bahwa DIGISS hadir untuk mengatasi masalah yang dihadapi oleh orang tua. Di era digital saat ini, terdapat banyak dampak negatif dan juga beberapa dampak positif. Sabtu (09/12/2023).
“Dengan adanya DIGISS ini, kita ingin mengatasi kendala yang ada di tengah masyarakat. Terlebih lagi, saat ini digital atau media sosial semakin marak dengan dampak negatif yang lebih dominan,” ujar M. Yusuf.
Di DIGISS, para santri akan menggunakan Tab yang telah diintegrasikan dengan Learning Management System yang telah dikembangkan.
“Sehingga orang tua tidak perlu khawatir jika anaknya Gaptek (Gagap Teknologi) saat masuk pesantren. Karena nantinya, orang tua dapat memantau kegiatan anak secara real time selama berada di pesantren,” jelas M. Yusuf yang juga menjabat sebagai Ketua Yayasan Pendidikan Yuscorp Ecosystem.
M. Yusuf menjelaskan bahwa DIGISS menggunakan tiga kurikulum, yaitu kurikulum agama, kurikulum cambridge, dan kurikulum merdeka belajar. “Kami menggabungkan ketiga kurikulum tersebut menjadi satu kurikulum di Digital Islamic Boarding School,” tambahnya.
Lebih lanjut, yang membedakan DIGISS dari sekolah lain adalah bahwa DIGISS membranding dirinya sebagai sekolah digital.
DIGISS ingin menunjukkan bahwa pesantren juga bisa menjadi digital, dengan santri-santrinya yang lebih modern dan berwawasan global.
Saat ini, DIGISS hanya membuka pendaftaran untuk SMP IT khusus untuk putri. Dan untuk biaya awal, ada diskon sebesar 62%. Diskon ini mencakup 60% biaya pendaftaran dan 2% biaya pangkal, dengan semua fasilitas yang disediakan.
Selain itu, santri juga akan mendapatkan Tab gratis dan Study Tour ke Malaysia-Singapura.
Bupati Pangkep, Muhammad Yusran Lalogau (MYL), merasa bersyukur dengan adanya pesantren Islam baru di Kabupaten Pangkep. Ini menunjukkan bahwa Pangkep dipercaya untuk menyelenggarakan kegiatan pendidikan Islam.
MYL juga menyebut bahwa sarana dan prasarana di DIGISS sudah sangat baik dan berstandar internasional. Pemerintah Daerah akan selalu mendukung program-program pendidikan yang bernilai positif bagi masyarakat.
Grand Opening DIGISS ini dihadiri oleh Bupati Pangkep, Muhammad Yusran Lalogau (MYL), Wakil Ketua I DPRD Pangkep, Indriani, Penceramah kondang, Ustadz H. Muhammad Fakhrurrazi Anshar, Direktur Pendidikan DIGISS, Ayulia Aslam, Kemenag Pangkep, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Pangkep, Content Creator, Rijal, Camat, Lurah, dan sejumlah tokoh masyarakat.

Tinggalkan Balasan