JURNALNEWS.CO.ID – PANGKEP – Perekonomian Kabupaten Pangkep menunjukkan tren pertumbuhan positif dalam beberapa tahun terakhir. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Pangkep, kinerja ekonomi daerah ini terus menguat, terutama ditopang oleh sektor industri pengolahan, pertambangan, dan pertanian.

Kepala BPS Pangkep, Ayub Parlin Ampulembang, menjelaskan bahwa pada 2023 pertumbuhan ekonomi tercatat sebesar 4,96 persen dan meningkat menjadi 5 persen pada 2024, atau naik 0,04 persen. Meski data 2025 baru akan dirilis akhir tahun, tren pergerakan ekonomi dapat dipantau melalui Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) triwulanan.

“Pada Triwulan I 2025, pertumbuhan ekonomi year to year tercatat 4,01 persen. Angka ini melonjak menjadi 7,97 persen di Triwulan II 2024. Secara (Q-to-Q), memang sempat mengalami kontraksi -2,95 persen di Triwulan I, namun berhasil bangkit dengan pertumbuhan 4,94 persen pada Triwulan II,” ujarnya. Jumat (26/9)

Kabupaten Pangkep termasuk tiga besar penyumbang PDRB (Produk Domestik Regional Bruto) di Sulawesi Selatan setelah Kota Makassar dan Kabupaten Luwu Timur. Sekitar 50 persen PDRB Pangkep bersumber dari sektor industri pengolahan, terutama dari produksi semen tonasa dan pertambagan di susul pertanian. Katanya.

Selain pertumbuhan ekonomi, perbaikan juga terlihat pada indikator sosial. Angka kemiskinan Pangkep pada 2023 berada di level 13,4 persen, kemudian menurun menjadi 12,41 persen pada 2024, dan kembali turun ke 11,6 persen pada 2025. Dengan penurunan 0,81 persen, Pangkep menempati posisi kedua daerah dengan laju penurunan kemiskinan tercepat di Sulsel setelah Kota Parepare.

“Meski angka kemiskinan masih relatif tinggi dibanding daerah perkotaan seperti Makassar, pencapaian Pangkep patut diapresiasi karena menunjukkan adanya upaya nyata dari pemerintah daerah,” tambahnya.

Menurutnya, penghitungan kemiskinan dilakukan melalui Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas) dengan pendekatan kebutuhan dasar, yakni kemampuan rumah tangga dalam memenuhi kebutuhan dasar baik makanan maupun non-makanan. Jelas Ayub Parlin Ampulembang.