JURNALNEWS.CO.ID – Pemeriksaan atau bisa disebut audit produksi merupakan suatu bentuk pemeriksaan yang dilaksanakan perusahaan dengan tujuan untuk mengetahui tingkat efisiensi dan efektivitas kegiatan dibidang produksi.

Pemeriksaan produksi tersebut memiliki beberapa fungsi penting, seperti untuk mengukur seberapa baik manajemen menjalankan fungsi perencanaan, organisasi, pelaksanaan, dan pengawasan kegiatan produksi dan seberapa efektifkah manajemen dalam membuat keputusan yang tepat untuk mencapai tujuan produksi yang telah ditetapkan.

Terdapat beberapa alasan yang mendasari perlunya dilakukan audit produksi, antara lain:

1. Proses produksi dan operasi harus berjalan sesuai dengan prosedur yang telah ditetapkan.

2. Kekurangan/kelemahan yang terjadi harus ditemukan sehingga segera dapat diperbaiki

3. Konsistensi berjalannya proses harus diungkapkan.

4. Pendekatan proaktif haras menjadi dasar dalam peningkatan proses.

5. Berjalannya tindakan korektif hams mendapat dorongan dan dukungan dar berbagai pihak yang terkait.

Tujuan utama dari audit produksi sendiri ialah untuk menentukan apakah proses produksi dan operasi yang berjalan sudah sesuai dengan kriteria yang ditentukan atau tidak.

Dalam proses audit, auditor harus secara objektif sistematis mengumpulkan serta menganalisis data yang cukup dan relevan sebagai dasar penilaian terhadap ketaatan perusahaan dalam menerapkan kriteria yang ditetapkan kemudian auditor juga harus mengklarifikasi ketidaksuaian yang terjadi antara aktivitas produksi dan operasi dengan kebutuhan kriteria (standart) yang telah ditetapkan dan membuat rekomendasi untuk peningkatan.

Tujuan pelaksanaan audit produksi adalah untuk mengetahui:

1. Apakah produk yang dihasilkan telah mencerminkan kebutuhan pelanggan (pasar).

2. Apakah strategi serta rencana produksi dan operasi sudah secara cermat menghubungkan antara kebutuhan untuk memuaskan pelanggan dengan ketersediaan sumber daya serta fasilitas yang dimiliki perusahaan.

3. Apakah strategi, rencana produksi dan operasi telah mempertimbangkan kelemahan-kelemahan internal, ancaman lingkungan eksternal serta peluang yang dimiliki perusahaan.

4. Apakah proses transformasi telah berjalan secara efektif dan efisien.

5. Apakah penempatan fasilitas produksi dan operasi telah mendukung berjalannya proses secara ekonomis, efektif, dan efisien.

6. Apakah pemeliharaan dan perbaikan fasilitas dan operasi telah berjalan sesuai dengan jadwal yang telah ditetapkan dalam mendukung dihasilkannya produk yang sesuai dengan kuantitas, kualitas, dan waktu yang telah ditetapkan.

7. Apakah setiap bagian yang terlibat dalam proses produksi dan operasi telah melaksanakan aktivitasnya sesuai dengan ketentuan serta aturan yang telah ditetapkan perusahaan.

Audit fungsi produksi dan operasi dapat membantu manajemen dalam menilai bagaimana fungsi produksi berjalan dalam mendukung pencapaian tujuan perusahaan secara keseluruhan, secara rinci manfaat yang diberikan oleh audit produksi adalah sebagai berikut:

1. Dapat memberikan gambaran kepada pihak yang berkepentingan tentang ketaatan dan kemampuan fungsi produksi dan operasi dalam menerapkan kebijakan serta strategi yang telah ditetapkan.

2. Dapat memberikan informasi tentang usaha-usaha perbaikan proses produksi dan operasi yang telah dilakukan perusahaan serta hambatan-hambatan yang dihadapi.

3. Dapat menentukan area permasalahan yang masih dihadapi dalam mencapai tujuan produksi dan operasi serta tujuan perusahaan secara keseluruhan.

4. Dapat menilai kekuatan dan kelemahan strategi produksi dan operasi serta kebutuhan perbaikannya dalam meningkatkan kontribusi fungsi produksi terhadap pencapaian tujuan perusahaan.

Penulis: Luthfiyyah Harya Nur Husna Mahasiswi Jurusan Akuntansi Universitas Muhammadiyah Malang