Menurut Ketua Panitia Melkianus Da Costa Pirez tema ini sejalan dengan program pemerintah pusat yang mencanangkan tahun 2022 sebagai Tahun Toleransi. Pemerintah ingin menjadikan Indonesia sebagai barometer kehidupan yang rukun dan harmonis di dunia.

“Maka itu ada program moderasi beragama sebuah proses memahami sekaligus mengamalkan ajaran agama secara adil dan seimbang terhindar dari perilaku ekstrem atau sikap berlebihan,” ucap Pirez.

Selanjutnya, kata Pirez, selain usaha untuk mendorong para penganut beragama untuk mengambil “jalan tengah” agar tidak ekstrem, menurutnya Pemuda Katolik juga harus terlibat dalam pemulihan ekonomi nasional.

Badai Covid-19 memberi Pemuda Katolik kesempatan untuk reset and reshape perjalanan organisasi di tengah dinamika bangsa khususnya di masa pandemi ini.

“Pemuda Katolik ingin, bersama-sama anak bangsa lain recover together khususnya di bidang ekonomi baik itu produktivitas, peningkatan ketahanan, dan memastikan stabilitas ekonomi,” sebut Pirez.